AREA PERENCANAAN


 

AREA PERENCANAAN

TITIK RAWAN KORUPSI

1.       RKPD tidak sesuai dengan RPJMD karena ada proyek yang sifatnya mendadak tanpa ada perencanaan sebelumnya.

2.       Rencana Kerja Tahunan tidak sesuai dengan Rencana Kerja Menengah. Adanya “intervensi” pihak tertentu dalam penentuan program.

3.       Pokok pikiran yang diajukan tidak sesuai dengan RKPD dan RPJMD.

4.       Pokir diinput dalam SIPD RI, namun setelah pembahasan KUA PPAS sering diubah.

5.       Pokir diusulkan, dilaksanakan sendiri oleh pihak pengusul bukan oleh PA/ KPA terkait.

6.       Pokir diminta besaran/ alokasi pagu nilai tertentu tanpa disertai rincian kebutuhan riil sehingga menimbulkan risiko korupsi.

UPAYA PENCEGAHAN KORUPS

1.       Inspektorat melaksanakan Reviu RKPD 2025.

2.       Inspektorat melakukan pemantauan atas tindak lanjut rekomendasi yang disampaikan melalui Reviu RKPD.

3.       Terdapat rincian di RKPD dalam aplikasi perencanaan SIPD RI. Rincian RKPD merupakan salah satu bagian dalam pelaksanaan pengendalian.

4.       Pokir diinput melalui SIPD RI untuk memastikan kesesuaian pokir dengan RKPD dan RPJMD.

5.       Pokir yang berbentuk Hibah dan Bansos harus disertai proposal.

6.       OPD Teknis melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pokir

INDIKATOR SUBINDIKATOR

Perencanaan Pembangunan Daerah

a.       Pembinaan atas Dokumen RKPD

b.      Pokok Pikiran

DOKUMEN KELENGKAPAN

Perencanaan Pembangunan Daerah

a.       Pembinaan atas Dokumen RKPD

1.       Laporan Hasil Reviu RKPD oleh Inspektorat yang mereviu tentang kesesuaian program, kegiatan dan sub kegiatan Rencana Tahunan/ RKPD Tahun 2025 dengan RPJMD tahun pelaksanaan. Reviu RKPD dilakukan setiap tahun.

2.       Surat hasil fasilitasi RKPD Tahun 2025 Provinsi oleh Dirjen Bangda dan Fasilitasi RKPD Tahun 2025 Kabupaten/ Kota oleh Provinsi.

3.       Surat tindak lanjut atas hasil fasilitasi RKPD Tahun 2025 oleh Dirjen Bangda atau Provinsi.

4.       Berita Acara Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Reviu RKPD Tahun 2025.

5.       Dokumen rincian RKPD 2025 dari SIPD RI. Rincian RKPD dimaksud memuat sub kegiatan, sumber dana, lokasi pelaksanaan kegiatan, rincian lokasi, waktu pelaksanaan, anggaran sub kegiatan yang dibuktikan dengan screenshoot SIPD RI.

Catatan: Reviu dilakukan atas dokumen RKPD 2025.

b.      Pokok Pikiran

Input Pokir

1.       Pakta Integritas/ Deklarasi tidak ada benturan kepentingan antara legislatif, OPD pelaksana (PAK/ PPK), dan penyedia.

2.       Dokumen hasil Input Pokok Pikiran (Pokir) dalam SIPD.

3.       Hasil validasi/ status Pokir di dalam SIPD.

4.       Dokumen pokir yang disampaikan dari Banggar DPRD kepada Kepala Daerah melalui TAPD.

Catatan:

·         Penyampaian dan Penginputan Pokir DPRD dilaksanakan maksimal 1 minggu sebelum Musrenbang RKPD dilaksanakan (Pasal 178 Permendagri 86/ 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah).

·         Dasar hukum: Tata Tertib Khusus PP 12/2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPR, Pasal 54 huruf (a). Pengawasan Pelaksanaan Pokir Laporan pengawasan atas pelaksanaan pokok pikiran oleh OPD Teknis pelaksana pokok pikiran.

 

Catatan:

·         Pengawasan dilakukan untuk memastikan kesesuaian perencanaan dan realisasi pelaksanaan pokir.

·         Laporan disusun oleh masing-masing OPD Teknis pelaksana pokok pikiran yang menggambarkan hasil pengawasan pokir yang dilaksanakan tahun 2024 mencakup:

1)      Data pokok pikiran.

2)      Realisasi keuangan dan fisik.

3)      Penerima manfaat pokir.

4)      Lokasi.

5)      Dokumentasi hasil pengawasan.

PENILAIAN

Tindak Lanjut Reviu Inspektorat (Nilai maksimal 100) Diberikan nilai berdasarkan % rekomendasi yang ditindaklanjuti.

Jika seluruh rekomendasi ditindaklanjuti diberikan nilai 100.

·         Input Pokir (Nilai maksimal 50) % Pokir yang diinput dalam SIPD TEPAT WAKTU (maksimal 1 minggu sebelum Musrenbang RKPD dilaksanakan – untuk APBD 2025) dikalikan 50. Nilai maksimal 30.

·         Jika dokumen Pokir yang disampaikan dari Banggar DPRD kepada Kepala Daerah melalui TAPD sebelum penetapan RKPD diberikan nilai 20. Pengawasan Pelaksanaan Pokir (Nilai maksimal 50)

·         Jika seluruh pelaksanaan pokok pikiran telah dilakukan pengawasan oleh OPD Teknis diberikan nilai 50.

·         Jika tidak dilaksanakan pengawasan seluruhnya diberikan nilai secara proporsional berdasarkan % yang dilakukan pengawasan dibanding keseluruhan pokir.

PENANGGUNG JAWAB

1.       Legislatif Daerah

2.       Sekretaris Daerah

3.       Inspektur Daerah

4.       Bappeda

5.       OPD lainnya sebagai pelaksana pokir

 

Komentar

Postingan Populer